Tempat semuanya bermula
Misi yang berjalan kaki
Misionaris Serikat Sabda Allah yang pertama menetap di Pulau Tumleo pada tahun 1896 dan kemudian di Alexishafen dekat Madang. Pada awal tahun 1930-an mereka bergerak ke pedalaman. Pada tahun 1933 sebuah rombongan telah melintasi Pegunungan Bundi menuju Denglagu, di wilayah yang kini menjadi Provinsi Simbu, tempat paroki SVD pertama di Dataran Tinggi didirikan. Hingga kini tempat itu masih menjadi paroki.
Keuskupan Kundiawa adalah yang pertama di Dataran Tinggi yang menyambut para misionaris, dengan stasi-stasi yang membentang dari Denglagu hingga Mingende dan lebih jauh lagi. Para pengangkut barang, pembantu, dan pemimpin setempat berperan penting dalam membantu komunitas menerima para pendatang baru.
Dari awal itu karya ini menyebar ke keuskupan-keuskupan baru. Kini Misionaris Serikat Sabda Allah melayani di keuskupan agung Madang, Mount Hagen, dan Port Moresby serta di keuskupan Wewak, Kundiawa, Wabag, dan Goroka.